Kalkulator Reksa Dana
Proyeksikan hasil investasi reksa dana Indonesia untuk pasar uang, pendapatan tetap, campuran, atau saham.
โน๏ธTentang Kalkulator Ini
Reksa dana adalah wadah investasi kolektif yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI) berizin OJK. Dana dari banyak investor dikumpulkan dan diinvestasikan ke portofolio efek sesuai jenis reksa dana. Ada empat jenis utama: Pasar Uang (deposito/SBI, risiko rendah), Pendapatan Tetap (mayoritas obligasi), Campuran (saham + obligasi), dan Saham (mayoritas saham, imbal hasil tertinggi jangka panjang). Keuntungan investasi reksa dana bagi investor individu umumnya tidak dikenakan pajak penghasilan tambahan saat pencairan โ pajak sudah diperhitungkan di level reksa dana.
Pertanyaan Umum
Bagaimana cara mulai berinvestasi reksa dana?
Beli melalui platform APERD (Agen Penjual Reksa Dana) resmi seperti Bibit, Ajaib, Bareksa, atau langsung melalui Manajer Investasi. Investasi awal bisa mulai dari Rp 10.000 di beberapa platform. Pastikan platform memiliki izin OJK.
Apakah keuntungan reksa dana dikenakan pajak?
Untuk investor individu, keuntungan dari kenaikan NAB reksa dana umumnya tidak dikenakan pajak penghasilan tambahan saat pencairan. Pajak sudah diperhitungkan di level reksa dana (misalnya pajak kupon obligasi dan dividen). Ini salah satu keunggulan reksa dana dibanding deposito.
Apa itu NAB (Nilai Aktiva Bersih)?
NAB adalah nilai pasar total aset reksa dana dikurangi kewajiban, dibagi jumlah unit penyertaan yang beredar. Ini adalah harga per unit reksa dana yang berubah setiap hari. Return investasi Anda = (NAB saat jual - NAB saat beli) / NAB saat beli ร 100%.
Berapa lama sebaiknya investasi reksa dana?
Pasar uang: pendek (1-12 bulan), cocok sebagai dana darurat. Pendapatan tetap: menengah (1-3 tahun). Campuran: 3-5 tahun. Saham: minimal 5 tahun agar risiko volatilitas pasar bisa dimitigasi oleh kenaikan jangka panjang.
Apa risiko reksa dana?
Reksa dana tidak dijamin LPS (tidak seperti deposito). Risikonya bervariasi: pasar uang paling rendah, saham paling tinggi. Nilai investasi bisa turun sebelum naik. Risiko lain: risiko manajer investasi, likuiditas, dan pasar.