Zakat

Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Maal: Panduan Lengkap untuk Muslim Indonesia

12 Maret 20266 menit baca

Zakat adalah rukun Islam ketiga โ€” kewajiban finansial yang memiliki dimensi ibadah sekaligus sosial. Banyak Muslim Indonesia yang sudah rutin membayar zakat fitrah setiap Ramadan, tapi masih bingung tentang zakat maal (zakat harta). Artikel ini menjelaskan perbedaan keduanya secara jelas, lengkap dengan cara menghitung nisab, haul, dan besaran zakat yang wajib dikeluarkan.

Zakat Fitrah: Kewajiban di Akhir Ramadan

Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim yang mampu pada bulan Ramadan, sebagai "penyempurna" puasa dan bentuk kepedulian kepada sesama. Berikut ketentuan utamanya:

  • Wajib bagi setiap Muslim yang hidup pada malam Idul Fitri dan memiliki kelebihan makanan pokok untuk satu hari
  • Besaran: 1 sha' (sekitar 2,5โ€“3 kg) beras atau makanan pokok setempat, atau setara nilainya dalam rupiah
  • Di Indonesia 2026, zakat fitrah dalam bentuk uang umumnya ditetapkan antara Rp 35.000โ€“Rp 55.000 per jiwa (tergantung harga beras setempat)
  • Waktu wajib: mulai dari awal Ramadan, paling utama pada malam dan pagi Idul Fitri, dan batas akhir adalah sebelum shalat Idul Fitri
  • Wajib dikeluarkan untuk diri sendiri dan tanggungan (istri, anak, pembantu rumah tangga yang menjadi tanggungan)
Contoh: keluarga 4 orang (ayah, ibu, 2 anak), harga zakat fitrah Rp 45.000/jiwa โ†’ total zakat fitrah = 4 ร— Rp 45.000 = Rp 180.000. Bayarkan ke amil zakat atau masjid terpercaya sebelum shalat Id.

Zakat Maal: Kewajiban atas Harta

Zakat maal adalah zakat yang dikenakan atas harta (maal = harta dalam bahasa Arab) yang telah memenuhi syarat nisab dan haul. Jenis harta yang wajib dizakatkan meliputi:

  • Emas dan perak โ€” nisab emas: 85 gram emas. Kadar: 2,5% dari total nilai emas yang dimiliki.
  • Uang simpanan (tabungan, deposito, investasi) โ€” nisab setara nilai 85 gram emas (per Maret 2026 ยฑRp 85 juta, tergantung harga emas). Kadar: 2,5%.
  • Penghasilan (zakat profesi) โ€” dihitung dari penghasilan nett, nisab setara 520 kg beras (ยฑRp 5,2 juta/bulan). Kadar: 2,5%.
  • Perdagangan โ€” nisab sama dengan emas (nilai aset + piutang โˆ’ utang jatuh tempo). Kadar: 2,5%.
  • Pertanian, peternakan, pertambangan โ€” memiliki ketentuan tersendiri.

Syarat utama zakat maal: (1) kepemilikan penuh, (2) sudah mencapai nisab, (3) sudah melewati haul (satu tahun hijriah ยฑ354 hari untuk emas/perak/uang), dan (4) berkembang atau berpotensi berkembang.

Cara Menghitung Zakat Maal Penghasilan (Zakat Profesi)

Zakat profesi (penghasilan) adalah yang paling relevan untuk karyawan dan profesional. Ada dua pendapat ulama:

  • Pendapat 1 (MUI): dihitung dari penghasilan kotor bulanan. Nisab: 520 kg beras (ยฑRp 5.200.000/bulan). Jika penghasilan di atas nisab, langsung zakat 2,5% per bulan tanpa menunggu haul.
  • Pendapat 2: diakumulasikan setahun penuh, dikurangi kebutuhan pokok dan utang, lalu dibandingkan dengan nisab emas (85 gram emas). Jika melebihi, bayar 2,5% setahun sekali.

Contoh zakat profesi (pendapat 1): gaji bersih Rp 10.000.000/bulan. Nisab Rp 5.200.000. Karena gaji di atas nisab โ†’ zakat = 2,5% ร— Rp 10.000.000 = Rp 250.000/bulan.

Banyak perusahaan di Indonesia (BUMN, instansi pemerintah) sudah memfasilitasi pemotongan zakat profesi langsung dari gaji melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) atau Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Cara Bayar Zakat Online 2026

Membayar zakat kini semakin mudah dan bisa dilakukan secara digital melalui berbagai platform resmi:

  • Baznas (baznas.go.id atau aplikasi Baznas) โ€” lembaga resmi pemerintah, tersedia zakat fitrah, maal, profesi, infak, dan sedekah
  • Dompet Dhuafa (dompetdhuafa.org) โ€” lembaga filantropi besar, tersedia berbagai program penyaluran
  • Rumah Zakat (rumahzakat.org) โ€” program pemberdayaan komunitas yang transparan
  • Transfer langsung ke rekening masjid atau amil zakat setempat โ€” untuk zakat fitrah, ini seringkali paling mudah
  • Aplikasi perbankan (BCA, Mandiri, BNI, BRI) โ€” semua bank besar memiliki fitur pembayaran zakat via mobile banking

Pastikan lembaga yang Anda pilih sudah terdaftar dan mendapat izin dari Kementerian Agama. Zakat yang dibayarkan melalui Baznas atau LAZ resmi dapat dijadikan pengurang penghasilan kena pajak (maksimal 2,5% dari penghasilan neto).

Coba sekarang

Kalkulator Zakat

Hitung untuk situasi Anda sendiri โ€” gratis, instan, tanpa daftar.

Buka kalkulator

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah zakat bisa mengurangi pajak penghasilan?
Ya. Berdasarkan UU PPh dan aturan Ditjen Pajak, zakat yang dibayarkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) atau Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang telah mendapat izin Kementerian Agama dapat dijadikan pengurang penghasilan bruto dalam SPT Tahunan. Simpan bukti setor zakat untuk dilampirkan saat pelaporan pajak.
Apakah emas perhiasan yang dipakai sehari-hari wajib dizakatkan?
Ada perbedaan pendapat ulama. Mayoritas ulama Mazhab Hanafi berpendapat wajib zakat jika sudah mencapai nisab dan haul. Mazhab Maliki, Syafi'i, dan Hanbali umumnya berpendapat emas perhiasan yang dipakai tidak wajib zakat. Di Indonesia, MUI cenderung pada pendapat wajib zakat jika jumlahnya berlebihan dari kebutuhan. Konsultasikan dengan ulama terpercaya.
Apakah utang KPR atau kredit mobil bisa dikurangkan dari harta zakat?
Ya, utang yang jatuh tempo dalam tahun berjalan dapat dikurangkan dari total harta sebelum menghitung nisab zakat maal. Misalnya total tabungan Rp 100 juta, cicilan KPR yang jatuh tempo tahun ini Rp 40 juta โ†’ harta neto untuk zakat = Rp 60 juta. Jika di atas nisab, wajib zakat 2,5% dari Rp 60 juta = Rp 1.500.000.
Kapan batas terakhir membayar zakat fitrah?
Batas terakhir membayar zakat fitrah adalah sebelum shalat Idul Fitri dimulai. Jika dibayar setelah shalat Id, statusnya berubah menjadi sedekah biasa, bukan zakat fitrah. Waktu yang paling utama adalah malam Idul Fitri atau pagi hari sebelum shalat Id. Namun diperbolehkan membayar dari awal Ramadan.
Apakah investasi reksa dana dan saham wajib dizakatkan?
Ya, investasi termasuk harta yang wajib dizakatkan jika sudah mencapai nisab dan haul. Untuk reksa dana dan saham, nilai yang dihitung adalah nilai pasar (market value) portofolio saat zakat dihitung, bukan harga beli. Jika nilai portofolio di atas nisab (setara 85 gram emas) dan sudah setahun dimiliki, wajib zakat 2,5%.