Pajak

Cara Menghitung PPh 21 Karyawan dengan Benar

1 Februari 20257 menit baca

Setiap bulan gaji karyawan dipotong PPh 21, tapi banyak orang tidak tahu persis bagaimana angka itu dihitung. PPh 21 menggunakan tarif progresif โ€” semakin tinggi penghasilan, semakin besar persentase pajak. Artikel ini menjelaskan rumus lengkapnya beserta contoh perhitungan nyata untuk penghasilan Rp 5 juta hingga Rp 30 juta per bulan.

Apa Itu PPh 21?

PPh 21 adalah pajak penghasilan yang dikenakan atas gaji, upah, honorarium, dan tunjangan yang diterima karyawan atau pekerja. Pajak ini dipotong langsung oleh pemberi kerja (pemotongan at-source) dan disetorkan ke kas negara setiap bulan.

Dasar hukumnya adalah Pasal 21 UU Pajak Penghasilan, dengan tarif terbaru berdasarkan UU HPP No. 7/2021 yang mulai berlaku 2022.

Komponen Perhitungan PPh 21

Sebelum menghitung pajak, perlu dipahami beberapa komponen utama:

  • Gaji Bruto โ€” penghasilan kotor sebelum potongan apapun (gaji pokok + tunjangan tetap)
  • Biaya Jabatan โ€” pengurang 5% dari gaji bruto, maksimum Rp 500.000/bulan atau Rp 6.000.000/tahun
  • BPJS Ketenagakerjaan (JHT 2%, JP 1%) โ€” iuran karyawan yang mengurangi penghasilan bruto
  • PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) โ€” batas penghasilan yang tidak dikenai pajak
  • PKP (Penghasilan Kena Pajak) โ€” dasar pengenaan tarif pajak progresif

Tarif Progresif PPh 21 (2022โ€“sekarang)

Tarif PPh 21 bersifat progresif berdasarkan Pasal 17 UU PPh, berlapis sesuai PKP tahunan:

  • PKP Rp 0 โ€“ Rp 60 juta: tarif 5%
  • PKP Rp 60 juta โ€“ Rp 250 juta: tarif 15%
  • PKP Rp 250 juta โ€“ Rp 500 juta: tarif 25%
  • PKP Rp 500 juta โ€“ Rp 5 miliar: tarif 30%
  • PKP di atas Rp 5 miliar: tarif 35%

Tarif progresif berarti setiap lapisan dikenakan tarif tersendiri. Penghasilan Rp 100 juta/tahun tidak semuanya kena 15% โ€” hanya bagian Rp 60โ€“100 juta yang kena 15%, sisanya (Rp 0โ€“60 juta) kena 5%.

Tabel PTKP 2024

PTKP ditentukan berdasarkan status perkawinan dan jumlah tanggungan. Nilai PTKP ini berlaku sejak 2016 dan belum berubah:

  • TK/0 (lajang, tidak ada tanggungan): Rp 54.000.000/tahun
  • K/0 (kawin, tidak ada tanggungan): Rp 58.500.000/tahun
  • K/1 (kawin, 1 tanggungan): Rp 63.000.000/tahun
  • K/2 (kawin, 2 tanggungan): Rp 67.500.000/tahun
  • K/3 (kawin, 3 tanggungan): Rp 72.000.000/tahun

Contoh Perhitungan Lengkap

Budi, lajang (TK/0), gaji bruto Rp 8.000.000/bulan. Tidak ada tunjangan tambahan.

  • Gaji bruto tahunan: Rp 8.000.000 ร— 12 = Rp 96.000.000
  • Biaya jabatan: 5% ร— Rp 96.000.000 = Rp 4.800.000 (batas Rp 6 juta, jadi pakai Rp 4.800.000)
  • Iuran BPJS JHT (2%): Rp 1.920.000/tahun + JP (1%): Rp 960.000/tahun
  • Penghasilan Neto: Rp 96.000.000 โˆ’ Rp 4.800.000 โˆ’ Rp 2.880.000 = Rp 88.320.000
  • PTKP TK/0: Rp 54.000.000
  • PKP: Rp 88.320.000 โˆ’ Rp 54.000.000 = Rp 34.320.000
  • PPh 21 setahun: 5% ร— Rp 34.320.000 = Rp 1.716.000
  • PPh 21 per bulan: Rp 1.716.000 รท 12 = Rp 143.000
Dari gaji Rp 8 juta, Budi dipotong PPh 21 hanya Rp 143.000/bulan โ€” kurang dari 2% gaji bruto. Banyak karyawan terkejut karena angkanya jauh lebih kecil dari yang dibayangkan.

Penghasilan Berapa yang Mulai Kena PPh 21?

Untuk karyawan lajang (TK/0), ambang batas adalah sekitar Rp 4.8 juta/bulan โ€” di bawah angka itu, PPh 21 nihil. Untuk yang sudah menikah (K/0), ambang batasnya sekitar Rp 5.2 juta/bulan.

Banyak pekerja dengan gaji di bawah UMR tidak dikenai PPh 21 sama sekali karena PKP-nya negatif setelah dikurangi PTKP.

Coba sekarang

Kalkulator PPh 21

Hitung untuk situasi Anda sendiri โ€” gratis, instan, tanpa daftar.

Buka kalkulator

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah PPh 21 dihitung dari gaji bersih atau kotor?
PPh 21 dihitung dari penghasilan neto โ€” yaitu gaji bruto dikurangi biaya jabatan dan iuran BPJS ketenagakerjaan karyawan, bukan dari take-home pay (gaji bersih). Ini penting karena banyak orang mengira pajak dihitung dari jumlah yang mereka terima di rekening.
Apa bedanya PPh 21 pegawai tetap dan tidak tetap?
Pegawai tetap menggunakan metode annualisasi (penghasilan tahunan dikurangi PTKP lalu dihitung bulanan), sedangkan pegawai tidak tetap menggunakan tarif berbeda โ€” harian di bawah Rp 450.000 tidak kena pajak, dan tenaga ahli menggunakan norma 50% dari honor bruto sebagai dasar pengenaan.
Bagaimana jika saya punya dua pekerjaan?
Jika Anda bekerja di dua tempat sekaligus, masing-masing pemberi kerja memotong PPh 21 secara terpisah. Di akhir tahun saat pelaporan SPT Tahunan, kedua penghasilan harus digabung โ€” sehingga kemungkinan akan ada kurang bayar pajak karena PTKP hanya bisa diklaim sekali.
Apakah THR juga kena PPh 21?
Ya. THR (Tunjangan Hari Raya) termasuk penghasilan yang dikenai PPh 21. Cara menghitungnya: THR ditambahkan ke penghasilan reguler pada bulan pembayaran, lalu pajak dihitung ulang secara annualisasi. Ini sering membuat potongan bulan Ramadan/Lebaran jauh lebih besar dari biasanya.
Apakah saya bisa minta bukti potong PPh 21?
Ya, Anda berhak mendapatkan Bukti Pemotongan PPh 21 (Formulir 1721-A1) dari pemberi kerja setiap tahun, paling lambat sebelum Anda melapor SPT Tahunan (akhir Maret). Dokumen ini diperlukan untuk pengisian SPT dan membuktikan pajak yang sudah dipotong.